Wujudkan Less Cash Smart City di Indonesia, Aino Kembangkan e-Money

Wujudkan Less Cash Smart City di Indonesia, Aino Kembangkan e-Money

Bertempat di Ritz Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, PT AINO Indonesia (AINO), yang merupakan anak perusahaan Gamatechno mengadakan seminar terkait e-money (uang elektronik) pada 01 November 2016 lalu. Seminar bertajuk “Tren Penggunaan & Peluang Bisnis Uang Elektronik di Indonesia” ini merupakan salah satu komitmen dukungan terhadap program pemerintah dalam melakukan kampanye Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh Bank Indonesia. Dalam event seminar ini, diperkenalkan juga produk gtSmartCity Solution. Salah satu yang ditampilkan adalah konsep JogjaPass. Dihadiri oleh tamu undangan dari institusi pemerintahan, kampus, serta mitra bisnis, seminar tentang uang elektronik ini terdiri atas dua sesi, yakni seminar sesi pertama dan sesi kedua.

Seminar ini menghadirkan Farida Peranginangin (Director of Payment Systems Policy, Bank Indonesia) dan Handi Irawan (CEO Frontier Capital) sebagai Keynote Speaker. Hadir pula sebagai pembicara di seminar sesi pertama, Hastono Bayu Trisnanto (Direktur Utama PT Aino Indonesia), Priagung Suprapto (Direktur Teknologi & Operasional Bank DKI Jakarta), dan Andri Yansyah (Kepala Dinas Perhubungan & Transportasi DKI Jakarta). Serta Rahmat Broto Triaji (Senior Vice President Bank Mandiri), Niki Luhur (Presiden Asosiasi Fintech Indonesia), dan Herry Trisaputra Zuna (Kepala Badan Pengatur Jalan Tol) sebagai Pembicara di sesi kedua.

AINO merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan komunikasi, yang memiliki fokus usaha pengembangan dan integrasi sistem pembayaran non-tunai berbasis uang ekektronik di sektor transportasi publik dan retail. Sektor ini dinilai cocok dengan karakter uang elektronik, yakni ditujukan untuk micropayment, penggunaan sehari-hari, dan membutuhkan proses transaksi cepat.

Menurut Hastono Bayu, uang elektronik memiliki solusi inter-usabilityinter-modalityinter-availability, dan inter-operability. Pengguaan uang elektonik di dalam kota akan dapat meminimalisir penggunaan uang tunai serta praktik pungutan-pungutan liar.

“Saat ini, AINO merupakan sistem integrator anak bangsa pertama dan satu-satunya di Indonesia yang telah berpengalaman dalam mengintegrasikan 6 uang elektronik bank dalam satu sistem penerimaan pembayaran (e-Money Reader Bersama),” tutur Hastono Bayu dalam press conference.

Lebih lanjut, Hastono Bayu menjelaskan bahwa AINO merupakan perusahaan teknologi finansial yang membangun platform penerimaan pembayaran multi penerbit untuk mewujudkan solusi Less Cash City sejak 2013. Bahkan, pada tahun 2015, AINO berhasil memproses 102 juta transaksi uang elektronik atau setara dengan 19% transaksi uang elektronik nasional. Angka ini diprediksi akan terus tumbuh mengingat AINO terus melakukan pengembangan terhadap layanan yang ada.

Afrizal H. (Gamamulti), Hastono Bayu & Syafri Yuzal (AINO) dan M Aditya AN (Gamatechno) dalam press conference seminar

Dengan berbagai portofolio yang ada, seperi sistem e-ticketing bus Trans Jogja, Trans Solo, dan Trans Jakarta, serta pembayaran parkir Terminal 3 Ultimate di Bandara Soekarno Hatta, pembayaran jalan tol di ruas Tol Juanda Surabaya, dan berbagai wahana wisata, AINO telah siap untuk menjalin kerja sama strategis dengan penerbit uang elektronik, penyedia layanan, retailer, dan pengguna uang elektronik pada umumnya guna mewujudkan sistem Less Cash smart city di Indonesia.

Share Article