fbpx

Riset Pengembangan Teknologi IoT pada Platform Bike Sharing Speeda

Riset Pengembangan Teknologi IoT pada Platform Bike Sharing Speeda

Speeda, platform bike sharing yang sedang dikembangkan oleh Gamatechno.

Moda transportasi bike sharing menjadi alternatif yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat dewasa ini. Di sejumlah negara seperti China dengan bike sharing bernama Ofo dan Lime yang beroperasi di California. Penggunaan bike sharing di luar negeri pun pelan-pelan diadaptasi oleh Indonesia. Sejumlah produk bike sharing seperti Gowes pun mulai beroperasi di sejumlah kota besar di Indonesia.

Gamatechno sebagai perusahaan penyedia solusi di bidang teknologi dan informasi saat ini sedang mengambangkan platform bike sharing. Proses pengembangan itu sendiri dimulai pada akhir tahun 2018 lalu. Apris Kiswandi, Senior Lead Developer Gamatechno menceritakan bagaimana proses pengembangan Speeda dimulai. Riset dimulai dengan melihat beberapa referensi model sepeda yang digunakan untuk bike sharing. Kemudian merambah pada teknologi apa saja yang harus diterapkan di sana.

Tidak saja mengembangkan solusi sistem informasi berupa perangkat lunak saja tapi merambah riset IoT. Embedded development untuk akses jalur komunikasi software dengan perangkat yang akan digunakan pada platform Speeda.

Teknologi yang Digunakan

Platform sepeda yang dikembangkan oleh Gamatechno ini menggunakan bike lock yang bisa mengunci mengikuti perintah pada aplikasi.

“Di dalam bike lock terdapat bluetooth low energy (BLE), GPS, GPRS, dan baterai yang membantu bike lock terus hidup,” ujar Apris.

Agar terus berfungsi, baterai sebesar 10000 Ma harus diisi dengan energi matahari. Di bagian depan sepeda terpasang solar panel yang berguna untuk pengisian baterai pada bike lock. Cukup menjemurnya selama dua jam maka bike lock bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Proses perakitan virtual station yang menggunakan solar panel.

“Penggunaan (BLE) mempengaruhi daya tahan baterai bike lock, karena menggunakan BLE daya yang dibutuhkan untuk menggunakan bike lock tak terlalu besar,” imbuh Apris.

Penggunaan solar panel tak hanya digunakan untuk pengisian daya bike lock saja tapi juga untuk pengisian daya virtual stationnya yang menggunakan iBeacon. iBeacon sendiri berisi chip BLE yang berguna untuk mentransfer data-data tertentu, seperti data station terdekat.

Jika aplikasi tidak bisa mendeteksi adanya sinyal tersebut maka pengguna tidak akan bisa menyelesaikan perjalanan. Untuk itu pengguna yang ingin menyelesaikan perjalanan harus berdekatan dengan letak station.

“Kita bisa mengatur seberapa jauh jangkauan virtual station pada sepeda bisa 15 meter atau bahkan lima meter,” kata Apris.

iBeacon sendiri disarankan untuk terus berada di bawah paparan sinar matahari agar terus bisa beroperasi. Jika terpaksa tidak bisa, maka pengelola harus mengisi daya selama 4-5 jam. Penggunaan solar panel pada bike sharing platform merupakan sebuah komitmen untuk mengembangkan moda transportasi yang ramah lingkungan. Jika memang dari awal tidak memanfaatkan listrik dan bahan bakar gas, sampai akhir pun akan tetap begitu.

Proses Pengembangan Platform

Proses pengembangan aplikasinya sendiri memakan waktu 2-3 bulan. Setelah sebelumnya sempat dibuat prototype untuk keperluan demo. Dalam pengembangan aplikasi, Gamatechno menggunakan bahasa pemrograman Node JS. Sedangkan MySQL digunakan untuk database.

“Kami menggunakan Node JS di semua lini, mulai dari pemrograman sistem, back end, dan front end,” jelas Apris.

Proses development platform Speeda.

Tiga fitur utama aplikasi pun sudah ditentukan sejak awal mereka merancang platform ini. Mulai dari informasi akun, fitur transaksi yang bisa mengetahui jumlah transaksi harian pengguna, maps yang lengkap dengan letak station, dan help yang berfungsi saat pengguna sedang dalam keadaan darurat.

Kedepannya, mereka mengaku akan melengkapi fitur yang ada, yang tak hanya membuat pengguna merasa aman dan nyaman tapi juga mendapatkan informasi bermanfaat di dalamnya. Demi sebuah kesempurnaan, saat ini engineer Speeda masih melakukan pengembangan. Terlebih, mereka baru saja melakukan validasi produk dan mendapatkan banyak masukan.

“Durability yang paling penting, jangan sampai saat menggunakan di perjalanan sepeda malah rusak,” papar Saga Iqranegara, General Manager Technology Business and Innovation Group.

Platform Speeda saat ini sudah digunakan sebagai engine bike sharing Jogja Bike di kawasan Malioboro dan sekitarnya sejak 2019. Selain itu Speeda juga sedang diuji coba implementasikan di Bali dan Universitas Gadjah Mada sebagai layanan peminjaman sepeda kampus.

Share Article

WeCreativez WhatsApp Support
Kontak kami melalui WhatsApp
Hi, ada yang bisa kami bantu