Peran Teknologi Dalam Industri Pariwisata

Peran Teknologi Dalam Industri Pariwisata

Pada masa ini teknologi mobile mengalami pertumbuhan signifikan. Pemanfaatan teknologi mobile bisa menjadi solusi untuk menjangkau promosi yang lebih luas. Salah satunya digunakan untuk promosi pariwisata. Namun sayangnya Dinas Pariwisata daerah banyak yang belum memanfaatkan teknologi tersebut. Menanggapi hal tersebut, Gamatechno, Kamis lalu (25/02/2016) mengadakan Sharing Session dengan topik pemanfaatan teknologi dalam pariwisata. Sharing Session mengangkat tema bagaimana meningkatkan promo dan branding wisata dengan teknologi mobile. Acara diisi oleh Drs. Budi Sartono, M.Si, selaku Kepala Bidang Pelestarian, Promosi, dan Kerjasama dari Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Surakarta, serta Praktisi TI Smart Government, Taufik Suryawan Edyna.

“Ada tiga hal penting yang harus dilakukan dalam pengelolaan pariwisata daerah yaitu Branding, Advertising dan Selling,” tutur Drs. Budi Sartono. Menurut Budi, saat ini banyak pemerintah daerah masih fokus pada pendapatan asli daerah (PAD). Seharusnya, promosi dan branding jauh lebih penting ketimbang memikirkan PAD. Peningkatan promosi dan branding akan meningkatkan jumlah wisatawan. Tingginya jumlah wisatawan akan memberikan multiplier effect, misalnya pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan warga sekitar serta berkembangnya bisnis pelaku industri wisata lainnya.

Diungkapkan oleh Budi agar industri pariwisata daerah bisa berjalan dengan baik, terdapat empat pilar yang harus dipenuhi yaitu AccessbilityAttractionAmenity dan AncilaryAccessbility terkait dengan infrastruktur seperti akses jalan, akomodasi. Attraction mengenai bagaimana daya tarik yang ditawarkan termasuk pesona alam, Amenity terkait dengan faktor pendukung seperti fasilitas yang disediakan. Terakhir adalah Ancilary atau sumber daya manusia dan pengelola dari pariwisata daerah itu sendiri. Pengelola ini bisa dilakukan secara mandiri maupun menggunakan jasa profesional dari pihak swasta.

Delapan perwakilan dinas Pariwisata Kabupaten dan Kota di Jateng & Daerah Istimewa Yogyakarta yang hadir, selama sesi sharing sepakat bahwa faktor SDM atau pengelola menjadi salah satu masalah utama sehingga belum maksimalnya branding dan promosi yang dilakukan. Terbatasnya pengelola dan minimnya pengetahuan juga menjadi alasan lain mengapa belum banyak kota yang memanfaatkan teknologi baik internet maupun mobile, walaupun sebenarnya mereka sadar ada potensi besar di sana.

Dari diskusi tersebut, Gamatechno menawarkan solusi praktis dan efektif dengan teknologi mobile bagi dinas pariwisata daerah. Sebagai perusahaan yang berfokus pada pengembangan smart city, Gamatechno memiliki produk city directory berbasis mobile bernama mCity. Cukup dengan aplikasi mCity, semua kebutuhan informasi tentang daerah seperti tempat wisata, kuliner, akomodasi, dan lain-lain bisa diakses melalui perangkat mobile. Setiap dinas pariwisata yang hadir pada acara ini diberikan free mCity selama 6 bulan.

Direktur Utama PT Gamatechno Indonesia, Muhammad Aditya mengungkapkan bahwa acara ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah daerah untuk dapat mengoptimalkan pemanfaatan teknologi mobile. Sehingga pada akhirnya bisa membantu promosi dan branding pariwisata daerah, bahkan bisa menambah panjang daftar smart city di Indonesia.

Share Article