Pemda DIY Luncurkan Fitur Baru Aplikasi Jogja Istimewa

Pemda DIY Luncurkan Fitur Baru Aplikasi Jogja Istimewa

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta baru saja melakukan launching aplikasi Jogja Istimewa, pada Kamis (12/9/2019). Launching aplikasi bersamaan dengan digelarnya acara Pagelaran TIK di Monumen Serangan Umum 1 Maret.

Aplikasi Jogja Istimewa merupakan platform aplikasi mobile yang berisi ragam informasi dan layanan publik Yogyakarta. Tak hanya bisa diperuntukkan bagi orang Yogyakarta saja, namun Jogja Istimewa juga bisa didapatkan oleh wisatawan.

Dalam launchingnya kali ini, Jogja Istimewa sekaligus mengenalkan fitur-fitur terbarunya. Untung Sujarwo, developer  Gamatechno untuk Jogja Istimewa menjelaskan detail fitur baru yang terdapat di aplikasi.

“Terdapat tampilan baru yang berbeda dari sebelumnya, serta menambahkan menu membership ke dalam aplikasi,” jelas Untung.

Pengguna bisa mendaftarkan diri menjadi member secara gratis. Nantinya, member bisa mengunggah info acara hingga lomba yang ada di Yogyakarta.

Informasi yang diunggah bisa disebarkan kepada member lain. Mereka akan menerima informasi tersebut lewat email yang sudah terdaftar di aplikasi. Dengan memberikan wewenang member untuk mengunggah informasi, mereka sekaligus diajak untuk ikut merawat aplikasi Jogja Istimewa.

Selain fitur yang disebutkan diatas, fitur panic button, pantauan CCTV, personalisasi menu sesuai kebutuhan pengguna, dan penambahan konten event adalah hasil pengembangan Jogja Istimewa selama 4-5 bulan.

“Setelah pengembangan selesai, tahun 2019 ini tinggal fokus ke pemeliharaannya saja,” imbuh Untung.

Kedepannya, aplikasi Jogja Istimewa akan terus dikembangkan agar bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Apalagi, nantinya Jogja Istimewa akan diintegrasikan dengan aplikasi-aplikasi layanan di provinsi, kota dan kabupaten di D.I Yogyakarta.

Harapan senada pun disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika D.I Yogyakarta, Roni Primanto Hari.

“Harapannya, Jogja Istimewa bisa dinikmati oleh masyarakat, agar kita bisa membangun Yogyakarta dan bisa menjadi kebanggan kita semua,” kata Roni.

Share Article