Optimalkan Pengelolaan Pelaporan Forlap Dikti, Gamatechno Gelar Sharing Session Untuk Pengelola Perguruan Tinggi

Optimalkan Pengelolaan Pelaporan Forlap Dikti, Gamatechno Gelar Sharing Session Untuk Pengelola Perguruan Tinggi

Gamatechno kembali mengadakan sharing session tentang Feeder. Sharing session bertajuk “Efektivitas Perguruan Tinggi dalam Pengelolaan Pelaporan ke Forlap Dikti dengan Sistem Informasi Akademik” merupakan sharing session bertema Feeder kedua di tahun 2016. Perwakilan dari Akademi Kesehatan Karya Husada, Politeknik LPP, STIKES Guna Bangsa, STIA AAN, Universitas Cokroaminoto, Universitas Widya Dharma, Politeknik Muhammadiyah Magelang, dan Indosat hadir dalam event yang diadakan di Demoroom Gamatechno pada 9 November 2016.

Sharing session merupakan agenda rutin Gamatechno yang diadakan beberapa kali dalam setahun. Event ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pelaporan ke DIKTI, mengetahui pemanfaatan sistem informasi eCampuz yang mendukung integrasi data ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD DIKTI), dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk dapat berdiskusi secara langsung dengan narasumber. I Gede Rahman Desyanta (Business Development Manager Gamatechno) dan Muhammad Robiul Akhirin (Ketua Tim Pengembangan gtFeeder Gamatechno) menjadi narasumber pada sharing session kali ini.

gtFeeder Berikan Kemudahan dalam Proses Sinkronisasi Data PD DIKTI
Pengaruh dari pergantian metode pelaporan Feeder yang dirilis pada 2014/2015, kini mulai terasa. Pergantian metode pelaporan yang sebelumnya disebut EPSBED cukup memberikan pengaruh terhadap Perguruan Tinggi. Hal ini dikarenakan adanya berbagai kendala yang ditemui dalam proses penerapan. Kendala yang paling dirasakan adalah validasi pengiriman data ke DIKTI serta kesulitan pihak kampus dalam mengembangkan Feeder, mengingat saat ini masih banyak kampus yang menggunakan metode pelaporan terdahulu.

Menilik permasalahan-permasalahan tersebut, Gamatechno berinisiatif membantu pihak kampus dan operator PD DIKTI untuk dapat menyelesaikan kendala yang dialami. Dalam sharing session ini, Gamatechno memperkenalkan aplikasi pendamping PD DIKTI Feeder, yakni gtFeeder. Dengan aplikasi pendamping ini, pengelola dan operator PD DIKTI akan diberi kemudahan dalam proses integrasi data pelaporan ke forlap DIKTI. Selain itu, gtFeeder juga dapat mengintergrasikan data dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat. Dengan kemudahan dan kecepatan pengiriman data ke server forlap, akan meningkatkan efektivitas pelaporan ke DIKTI.

Rahman Desyanta dan Robiul Akhirin (Gamatechno) menjadi pembicara dalam sharing session Feeder (09/11)

“gtFeeder akan memudahkan pelaporan data ke forlap DIKTI karena saat kita submit data dan ternyata kurang lengkap atau tidak valid, gtFeeder akan memberikan informasi tentang dimana letak kesalahannya. Menggarap gtFeeder sejak 2003, kami sebagai pihak pengembang berkomitmen untuk memberi kemudahan untuk Perguruan Tinggi agar mendapatkan kemudahan untuk sinkronisasi feeder dengan Sistem Akademik,” papar Robiul Akhirin.

gtFeeder Menggunakan Sistem Cloud & Lebih Menghemat Biaya Implementasi
Selain kemudahan sinkronisasi dan pelaporan ke DIKTI, biaya yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi untuk mengimplementasikan gtFeeder juga lebih terjangkau. Hal ini diungkapkan oleh Rahman Desyanta dalam paparan di sesi kedua sharing session.

“Sistem gtFeeder ini modelnya cloud atau sewa, sehingga lebih menghemat biaya. Dengan sistem sewa ini, Perguruan Tinggi tidak perlu melakukan pengadaan server dan mengeluarkan biaya maintenance, karena semua ditangani Gamatechno. Terlebih lagi, Gamatechno dapat menjadi puskom bagi Perguruan Tinggi yang menggunakan gtFeeder. Apabila di kampus Bapak/Ibu ada 2 puskom, maka jumlahkan itu dengan 160 puskom yang disediakan oleh Gamatechno,” jelas Rahman Desyanta.

Forum sharing session ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk berdiskusi serta sharing mengenai penerapan Feeder antara pengelola dan operator PD DIKTI dari berbagai kampus. Kedepannya, event serupa masih akan terus menjadi salah satu agenda rutin Gamatechno dan akan digelar di berbagai kota di Indonesia.

Sharing session semacam ini bemanfaat sekali, terutama untuk pihak kami yang masih menggunakan pelaporan manual dan belum maksimal. Kami tertarik dengan gtFeeder karena dapat memudahkan proses pelaporan dan dapat memberikan info tentang dimana saja letak kesalahan ketika kami submit data ke DIKTI. Karena selama ini dalam proses pelaporan bila ada kesalahan atau kegagalan, ya sudah begitu saja tanpa ada informasi lanjutan. Sehingga kami tidak tahu salahnya dimana,” ungkap Tri Kunti, peserta sharing session dari Akademi Kesehatan Karya Husada.

Share Article