Kerjasama Dengan Ugm Dan Osaka University – Respect, Gamatechno Kembangkan Aplikasi Darurat Bencana

Kerjasama Dengan Ugm Dan Osaka University – Respect, Gamatechno Kembangkan Aplikasi Darurat Bencana

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di jalur kawasan pusat Cincin Api Pasifik (The Ring of Fire), sehingga membuat wilayah ini rawan mengalami letusan vulkanik dan gempa bumi. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Oktober 2016, dalam kurung waktu 5 tahun terakhir, terjadi 541 gempa bumi dan 167 letusan gunung di Indonesia. Tentunya kita juga tidak dapat melupakan bencana dahsyat  Tsunami Aceh (2004) dan Letusan Gunung Kelud (2014) yang memakan banyak korban jiwa serta menyebabkan kerusakan berbagai infrastuktur.

Keterlambatan informasi dan penanganan bisa jadi adalah dua alasan utama yang menyebabkan tingginya jumlah korban serta kerusakan infrastruktur saat terjadi bencana. Keterlambatan ini dapat diakibatkan oleh kurangnya sistem informasi yang digunakan untuk memetakan dan memprioritaskan penyaluran bantuan. Adanya sistem informasi yang dapat memberikan informasi mengenai bencana secara real-time tentu sangat diperlukan sehingga pemerintah, tenaga medis, dan pihak-pihak yang akan memberikan bantuan dapat memberikan respon dengan cepat dan tepat.

CARED memungkinkan pengguna mengirimkan informasi keselamatan dan bencana
Untuk dapat membantu masyarakat dalam melaporkan situasi darurat bencana kepada publik maupun pihak berwenang, Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan Osaka University – RESPECT melakukan kolaborasi riset dalam pengembangan aplikasi sistem komunikasi tanggap bencana. Kedua pihak telah menandatangani MoU terkait kerjasama tersebut pada Desember 2013 lalu. Aplikasi sistem komunikasi tanggap bencana dengan nama CARED ini dikembangkan oleh Gamatechno, dan bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk pelaksanaannya.

CARED adalah aplikasi mobile yang memungkinkan pengguna untuk mengirimkan informasi keselamatan dan bencana di sekitarnya kepada kontak terdekat. Melalui CARED, pihak-pihak tertentu juga akan dimudahkan dalam memprediksi kerusakan serta mempercepat proses evakuasi korban. Dalam perkembangannya, CARED menjadi platform aplikasi untuk safety confirmation dan panic button. CARED merupakan produk yang dikembangkan untuk solusi healthcare dan safety management system yang dimiliki Gamatechno khusus bagi segmen Smart Lifestyle.

CARED memiliki keunggulan dalam melihat situasi bencana dari sisi cakupan daerah yang terkena bencana secara luas. Situasi dan kondisi tersebut akan ditampilkan dalam peta bencana, baik untuk publik maupun untuk pihak yang diberi mandat sebagai pusat komando penanganan bencana. Aplikasi ini memiliki keunggulan dari sisi sumber informasi dan data karena masyarakat umum dapat meng-input data dan informasi di lingkungan sekitar. Untuk institusi, CARED dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan program Health, Safety & Environment (HSE).

“CARED memiliki potensi bagus dalam mendukung pelaksanaan program HSE di setiap institusi. Basis pengguna CARED adalah institusi yang sudah ter-register di aplikasi. Oleh karena itu implementasi CARED dapat digunakan oleh semua institusi yang peduli terhadap keselamatan karyawan/anggotanya,” jelas Toto Priyono, Manager Lifestyle & Common Industry Gamatecho.

CARED telah diterapkan di Jogja dan beberapa Universitas di Jepang
Pada mulanya, CARED dikembangkan di Yogyakarta untuk kebutuhan pelaporan dampak bencana yang terjadi di wilayah Yogyakarta. Namun saat ini, aplikasi CARED telah diterapkan di Osaka University dan beberapa Universitas di Jepang seperti University of Tokyo, Nagoya University, Kanazawa University, Hiroshima University, Doshisha University, dan Aoyama Gakin University. Konsep CARED juga akan diimplementasikan di UGM.

CARED didukung oleh fitur-fitur yang sangat bermanfaat di antaranya Safety ConfirmationDisaster ReportSafety GuidanceNews Update, dan Panic ButtonSafety Confirmation merupakan fitur untuk melaporkan status dan kondisi aktual pengguna ke kontak yang telah didaftarkan. Kontak yang didaftarkan disarankan langsung mengarah ke badan penanggulangan bencana terkait dan kerabat. Fitur lainnya adalah Disaster Report (untuk melaporkan status dan kondisi di area bencana), serta Safety Guidance (informasi dan tips menghadapi bencana alam).

Di sisi lain, pemerintah juga dapat memanfaatkan fitur News Update sebagai media sosialisi bencana. Fitur ini juga diisi dengan berbagai berita dan artikel mengenai informasi bencana. Di fitur ini terdapat juga informasi mengenai kategori dan becana yang terjadi (Disaster Mask). Fitur pelengkap CARED yang terakhir adalah Panic Button. Pengguna dapat mengirimkan informasi situasi darurat pada saat itu juga hanya dengan sekali tekan.

“Tim pengembang  saat ini tengah mengoptimalkan proses registrasi agar semakin memudahkan pengguna dalam menggunakan CARED. Fitur mode offline dan integrasi dengan SMS juga telah diimplementasikan di versi terbaru. Kedepannya, kami memiliki rencana untuk menyematkan fitur tracking seperti yang terdapat di aplikasi Lacakin. Tujuannya agar pengguna dapat memperoleh history perjalanan serta data history dari safety confirmation yang dilakukan,” tambah Toto.

CARED dapat digunakan untuk berbagai bencana alam seperti gempa bumi, erupsi gunung berapi, tsunami, banjir, tanah longsor, dan puting beliung. Selain memiliki menu input data kejadian bencana, CARED juga dilengkapi dengan panduan keselamatan yang dapat diakses dalam 11 bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Jawa, Inggris, Korea, Jepang, Cina, Spanyol, Portugis, Vietnam, Tagalog, dan Thailand.

Gamatechno berkesempatan melakukan kunjungan bisnis ke Jepang
Dalam proses pengembangan, tim Gamatechno berkesempatan diskusi langsung dengan pakar dan ahli kebencanaan dari Jepang, Prof. Stefano Toshiya Tsukamoto, serta pakar security dari Jepang, Dr. Naoto Yanai. Selain itu, Gamatechno juga mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Jepang guna melihat langsung penerapan teknologi yang ada di sana.

Kunjungan Novan dan Toto (Gamatechno) ke Osaka University pada Mei 2016 lalu

“Kami berkesempatan berkolaborasi dengan pihak-pihak yang secara langsung bertanggung jawab terhadap bencana dan keselamatan, seperti BPBD, BNPB, juga Prof. Tsukamoto dan Dr. Yanai dari Jepang,” pungkas Toto.

Kedepannya, CARED diharapkan dapat digunakan di negara-negara lain, khususnya oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) sehingga dapat membantu pemerintah mendapatkan status keselamatan warga Negara Indonesia yang berada di Luar Negeri. Aplikasi CARED versi terbaru dapat diunduh secara gratis di Play Store untuk pengguna Android dan di App Store untuk pengguna iOS.

Share Article