Diskominfo Kediri dan Magetan Pelajari Tata Kelola IT Dengan Pendekatan Problem Based Learning

Diskominfo Kediri dan Magetan Pelajari Tata Kelola IT Dengan Pendekatan Problem Based Learning

Gamatechno selenggarakan pelatihan tata kelola Teknologi Informasi (TI) untuk Dinas Komunikasi dan Informasi (DISKOMINFO) Kota Kediri dan Magetan. Pelatihan untuk kota Kediri berlangsung selama dua hari yaitu pada tanggal 30 -31 Oktober 2017 di Hotel Cakra Kembang, sementara untuk DISKOMINFO kota Magetan berlangsung selama 3 hari yaitu pada tanggal 31 Oktober – 2 November 2017 di Amaris Hotel yang kemudian dilanjut dengan kunjungan ke CFDS (Center for Digital Society) Fisipol UGM dan AINO.

Perhatian utama pada ranah tata kelola IT adalah bagaimana mewujudkan keberlangsungan berbagai layanan IT. Banyak upaya yang saat ini umumnya dilakukan adalah pada tahap pembangunan dan mengoperasikan layanan IT, namun tidak jarang pihak pengelola IT merasakan frustrasi sebab apa yang telah dikembangkan tidak sepenuhnya didayagunakan oleh pengguna. Dalam beberapa penerapan, inisiatif IT yang tersebar di berbagai unit kerja menjadi kurang sinergis sehingga berdampak pada keraguan atas data tunggal. Berbagai kondisi ini menjadi perhatian utama tata kelola IT, bagaimana mewujudkan inisiatif layanan IT yang menjadi bagian dari keseharian ketugasan unit kerja, bagaimana mewujudkan keselarasan antar inisiatif layanan IT lintas unit kerja.

Peserta pelatihan tata kelola TI di Gamatechno mendapatkan pelatihan dengan pendekatan problem based learning, dimana pendekatan penyelesaian yang diberikan tergantung dari permasalahan spesifik yang dialami suatu pemda. Pendekatan ini merupakan diferensiasi dari pelatihan yang diselenggarakan oleh Gamatechno, bagaimana sebuah referensi keilmuan formal dipadukan dengan intisari pengalaman implementasi aktual di berbagai instansi, pemda dan kementerian/lembaga selama lebih dari 12 tahun.

“Pelatihan ini menggunakan pendekatan problem based learning, peserta datang membawa beragam problematika tata kelola TIK, semua pertanyaan keraguan kebimbangan disolusikan dengan formal approach berbasis COBIT5 dan benchmarking studi kasus ke model tata kelola yang sudah well established, kemudian selesai pelatihan langsung bawa pulang peta jalan regulasi untuk merealisasikan konsep baru tata kelola TIK yang sudah diadaptasi dan divalidasi ke konteks dan kultur organisasi setempat,” kata Adityo Hidayat, S.Kom, M.B.A, pemateri pelatihan tata kelola TI di Gamatechno yang telah tersertifikasi CISA (Certified Information System Auditor) bertaraf internasional.

“Pelatihan ini membuat kami jadi tahu bahwa hal fundamental bahwa sebuah tata kelola TI yang bersumber dari COBIT adalah perencanaan yang kuat yang akan melahirkan inovasi teknologi informasi yang kuat juga. Mustahil kita melangkah dengan baik dalam menjalankan tata kelola teknologi informasi jika perencanaan tidak kita susun dari awal berdasarkan kaidah-kaidah akademik seperti yang ada di COBIT ini,” kata M. Khayat Subkhan, S.Kom., M.Kom., Kasi Pengembangan Aplikasi Informatika dari Diskominfo Kota Kediri memberikan testimoni seusai kegiatan.

“Saya yakin dan sudah kita buktikan bahwa Gamatechno ternyata memiliki sumber daya yang cukup mumpuni. Apalagi pelatihan kali ini sudah kelas internasional karena narasumbernya bersertifikat COBIT. Sehingga kedepan akan ada kerjasama yang lebih intens dan sinergi antara dinas kota dan Gamatechno,” lanjut M. Khayat Subkhan.

Sementara ditemui setelah pelatihan, Joko Waluyo, S.E, M.Eng Kabid Tata Kelola Komunikasi & Informasi Diskominfo Kab. Magetan mengungkapkan bahwa pelatihan kali ini sangat menarik baik dari penyampaian materi serta konten materinya. Banyak materi dan hal banyak hal baru yang belum pernah diketahui sehingga menambah pengetahuan untuk pengelolaan tata kelola TI di Magetan. “Diskominfo Kota Magetan adalah dinas baru, sehingga kita perlu belajar tentang tata kelola TI supaya nanti dalam penyusun kebijakan selama pembangunan, pelaksanaan program dan kegiatan terkait teknologi informasi sesuai yang diarahkan dengan undang-undang,” kata Joko Waluyo.

Share Article