Cared+, Aplikasi Konfirmasi Diri dan Monitoring Indikasi Gejala Covid-19 Secara Swasembada dalam Klaster Masyarakat

by | May 8, 2020 | News

Hingga saat ini kebanyakan pemantauan dan pengendalian penyebaran wabah Covid-19 baru dilakukan terhadap pasien yang sudah mendapatkan pemeriksaan di Rumah Sakit. Sementara jutaan penduduk Indonesia lainnya yang memiliki resiko tinggi untuk tertular dan belum ada mekanisme pengendalian yang komprehensif agar wabah tidak semakin meluas. Sementara ide melakukan tes massal juga bukan hal yang mudah terkait ketersediaan reagen, teknis pelaksanaan, dan juga masalah biaya.

Selain karena keterbatasan fasyankes, dalam kondisi seperti sekarang adalah hal yang cukup beresiko mendatangi rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan dini bagi masyarakat yang masih sehat. Karena Rumah Sakit justru merupakan tempat yang rawan bagi penularan Covid-19.

Berkaca pada kondisi tersebut, Gamatechno yang merupakan unit usaha Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan aplikasi Cared+ yang ditujukan untuk mencegah penularan Covid-19 dengan pendekatan perspektif berbeda.

Ya, aplikasi Cared+ ditujukan untuk dapat digunakan oleh masyarakat untuk melakukan deteksi dini gejala Covid-19 pada dirinya sekaligus melaporkan kondisinya kepada suatu klaster masyarakat di mana dirinya tergabung. Klaster masyarakat ini dapat berupa RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, atau perumahan, keluarga dan juga perkantoran.

Cared+, Aplikasi Konfirmasi Diri dan Monitoring Indikasi Gejala Covid-19 Secara Swasembada dalam Klaster Masyarakat 1

Aplikasi Cared+ untuk self screening

Ada 2 manfaat utama dari fungsi tersebut, pertama masyarakat dapat mengurangi ketergantungan melakukan tes Covid-19 di fasyankes untuk mengidentifikasi kondisi dirinya, dan hal ini dapat dilakukan secara berkala. Yang kedua adanya fungsi kontrol sosial dalam suatu lingkup kelompok masyarakat karena ada data kondisi individu secara berkala. Sebagai contoh, dalam satu RT/RW akan dapat diketahui kondisi masing-masing individu sehingga dapat dilakukan pemantauan atau pemberian dukungan secara kolektif apabila ada warga yang memiliki indikasi gejala Covid-19. Hal ini akan memastikan adanya disiplin diri dalam social distancing dan antisipasi penanganan yang lebih cepat terhadap kemungkinan kasus Covid-19 dalam masyarakat, yang mana ini adalah salah satu kunci penting dalam pencegahan penularan Covid-19.

Dengan konsep tersebut, Cared+ dapat menjadi opsi bagi setiap pemerintah daerah untuk memfasilitasi swasembada masyarakat dalam melakukan pemantauan kondisi individu-individu dalam setiap klaster masyarakat.

Bagaimana cara penggunaan aplikasi Cared+?

 

Aplikasi Cared+ sangat mudah digunakan. Masyarakat yang sudah mengunduh aplikasi dapat langsung melakukan registrasi singkat, mengisi kode Klaster (hal ini juga dapat diisi belakangan) dan kemudian menjawab beberapa pertanyaan kuesioner check-up. Kuesioner check-up ini sudah disesuaikan dengan panduan penanganan Covid-19 yang diterbitkan oleh Kemenkes. Setelah pengisian kuesioner selesai, aplikasi akan langsung memberikan hasil deteksi dini indikasi Covid-19 dalam beberapa tingkatan gejala yaitu: Tidak ada gejala, Ringan, Sedang, Berat serta kategori OTG (Orang Tanpa gejala), ODP (Orang Dalam Pengawasan), dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

Sesuai dengan hasil deteksi dini yang diperoleh, pengguna juga akan mendapatkan rekomendasi yang berbeda-beda untuk dilakukan. Selanjutnya proses deteksi dini indikasi Covid-19 ini sebaiknya dilakukan secara berkala, karena aplikasi Cared+ dapat menyimpan riwayat deteksi tersebut untuk menjadi data rekam medis awal apabila kondisi memburuk dan dibutuhkan analisis dan penanganan lebih lanjut. Jadi aplikasi Cared+ ini nantinya juga dapat digunakan sebagai platform rujukan, untuk mengurangi beban pemeriksaan di fasyankes. Terkait proses deteksi dini secara berkala, aplikasi Cared+ secara otomatis akan memberikan notifikasi apabila sudah saatnya melakukan pengecekan ulang.

Kemudian apa lagi yang dapat dilakukan dalam aplikasi Cared+?

Cared+, Aplikasi Konfirmasi Diri dan Monitoring Indikasi Gejala Covid-19 Secara Swasembada dalam Klaster Masyarakat 2

Dahsboard yang bisa diakses oleh pemerintah daerah guna memantau sebaran covid-19

Selain deteksi dini dan konfirmasi diri terkait indikasi gejala Covid-19, dalam aplikasi Cared+ pengguna dapat melihat sebaran indikasi gejala seluruh pengguna Cared+ dalam bentuk peta, terkait berapa orang yang memiliki indikasi gejala Ringan, Sedang, Berat serta OTG, ODP dan PDP. Dan untuk menjaga kerahasiaan data pengguna, informasi disajikan dalam bentuk statistik per kelurahan / kecamatan dalam radius tertentu dari lokasi keberadaan pengguna.

Selain itu dalam aplikasi Cared+ pengguna dapat melihat perkembangan statistik kasus Covid-19 yang ter-update setiap hari secara realtime. Pengguna juga dapat mengakses tips dan kebijakan-kebijakan pemerintah terkait Covid-19. Terakhir, aplikasi Cared+ juga dilengkapi dengan fitur penting lainnya yaitu emergency call untuk melakukan panggilan darurat kepada kontak yang dapat didaftarkan atau kepada kontak fasyankes terdekat sesuai dengan lokasi pengguna.

Aplikasi Cared+ merupakan wujud kepedulian sosial PT Gamatechno Indonesia di tengah wabah Covid-19 yang tengah melanda seluruh negeri. Aplikasi Cared+ dapat digunakan secara bebas oleh siapa saja, dan Gamatechno siap mendonasikan aplikasi ini kepada seluruh pemerintah daerah atau bahkan pusat yang ingin memanfaatkannya sebagai upaya pengendalian penularan Covid-19 di setiap daerah atau wilayah masing-masing. Sebagai penanda peluncurannya, Gamatechno bekerjasama dengan Pemda DIY untuk melakukan implementasi perdana aplikasi Cared+.

“Dalam kondisi wabah seperti Covid-19 ini, penting adanya partisipasi aktif dari seluruh masyarakat untuk melakukan deteksi dini berkala terhadap kondisi masing-masing. Dan adanya aplikasi Cared+ ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan hal tersebut tanpa harus pergi ke Rumah Sakit. Kuncinya adalah kejujuran dalam menjawab pertanyaan dalam kuesioner. Dan dengan aplikasi Cared+ ini juga dimungkinkan adanya pemantauan social distance secara swasembada dalam klaster masyarakat. Hal ini akan sangat membantu pemerintah dalam upaya meredam peningkatan kasus Covid-19 terutama dalam penerapan kebijakan pembatasan sosial dan juga pengendalian mudik. Harapannya, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi yang pertama menerapkan aplikasi ini”, demikian dijelaskan oleh Muhammad Aditya selaku CEO Gamatechno.

Read Also

Gamatechno Awali 2024 dengan Peresmian Kantor Headquarter Baru Yogyakarta

Gamatechno Awali 2024 dengan Peresmian Kantor Headquarter Baru Yogyakarta

Gamatechno mengawali langkah baru 2024 dengan...

test
WeCreativez WhatsApp Support
Kontak kami melalui WhatsApp
Hi, ada yang bisa kami bantu