Aplikasi Lacakin Tak Sekedar Tracking, Tapi Empowering Community

Aplikasi Lacakin Tak Sekedar Tracking, Tapi Empowering Community

Besarnya pengguna sepeda dewasa ini membuat aplikasi tracking bermunculan. Gamatechno, salah satu perusahaan penyedia solusi teknologi dan informasi pun menciptakan sebuah aplikasi tracking bernama Lacakin.

Lacakin merupakan aplikasi tracking yang memudahkan user untuk menunjukkan rute bersepeda serta tracking keberadaan temannya saat bersepeda. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya kebutuhan, Lacakin meluncurkan versi terbarunya yakni Lacakin V2.0.

Lacakin V2.0 mulai dirilis awal 2019 lalu dengan update fitur yang bisa mengakomodasi semua kebutuhan pesepeda.

Penambahan Fitur Activity

Pada versi sebelumnya, Lacakin tak menyediakan fitur activity pada aplikasinya. Hanya tersedia maps yang menunjukkan rute dan fasilitas tracking teman dengan mudah. Dengan fitur activity di Lacakin V2.0, user bisa membuat aktivitas sendiri secara berkelompok tanpa harus menunggu event besar.

“Akan ada activation code yang bisa diinput oleh user jika ingin bersepeda bersama, atau user bisa mengundang teman-teman lainnya untuk bersepeda bersama,” tutur Reza.

Sehingga kesan private dalam Lacakin muncul. User lain yang tidak memiliki kode tidak bisa bergabung pada aktivitas bersepeda pun jika dia tidak diundang oleh user lainnya.

Selain membuat event bersepeda sendiri, kelebihan fitur activity ini membuat user bisa menentukan meeting pointnya sendiri. Mereka tidak perlu berangkat dari titik yang sama. Mereka bisa bertemu di tengah jalan atau di meeting point yang sudah ditentukan.

Back Office Event yang Terintegrasi
Banyaknya pesepeda di Indonesia membuat terciptanya banyak event sepeda nasional tahunan seperti Audax hingga Jogja 150 kilometer. Lacakin V2.0 juga menambahkan fitur back office yang bisa digunakan dalam event besar.

Inspirasi pembuatan fitur back office ini berangkat dari adanya selisih data antara peserta yang sudah mendaftar dan membayar. Selisih ini membuat panitia keteteran dan harus melakukan penghitungan manual kembali.

Reza menjelaskan jika bekerja sama dengan Lacakin, semua aktivitas terkait registrasi perlombaan bisa dilakukan lewat aplikasi.

“Semua peserta harus menggunakan Lacakin, karena mulai dari registrasi event, pembayaran biaya race, konfirmasi pembayaran, pengambilan race pack, hingga pembelian merchandise bisa dilakukan di Lacakin,” tutur Reza.

Semuanya data peserta terintegrasi sehingga panitia tak lagi bekerja dua kali untuk memantau ulang data pesertanya. Selisih data peserta pun tidak akan terjadi lagi.

activity tracking, lacakin, smart transportation

Lacakin V2.0 support event Jogja 150 KM. Dok. Panitia.

Kelebihan back office pada Lacakin V2.0 dalam sebuah event nasional ini juga mempermudah panitia dalam mentracking keberadaan pesertanya. Mereka bisa memantau pergerakan peserta dan melakukan tindakan preventif jikalau peserta sudah mulai keluar jalur race.

“Untuk kerjasama event, panitia harus konfirmasi ke developer untuk mendapatkan akses back office, mereka membutuhkan kapasitas dashboard yang besar untuk memantau peserta. Beda lagi dengan aktivitas biasa, mereka bisa memantau lewat smartphone saja,” kata Reza.

Lacakin V2.0 sudah mendukung enam event nasional sejak dirilis awal tahun 2019 lalu, seperti Audax, Jogja 150 Kilometers, hingga Gowes Moedik 2019 lalu.

Aplikasi Berbasis Empowering Community

Penambahan fitur activity ini juga bukan tanpa tujuan yang spesifik. Fitur activity ini akan mengarahkan Lacakin V2.0 untuk tujuan empowering community. Di mana dengan activity mereka bisa berkomunikasi dengan user dari komunitas lainnya.

“Banyak yang tahu kalian di mana, kamu bisa bertemu teman baru dan membentuk komunitas baru lewat Lacakin,” jelas Reza.

Sama seperti jargon yang diambil ‘Feel Safe On The Go’ Lacakin ingin user tak hanya merasa aman karena rute yang jelas, tapi aman karena mereka merasa punya banyak teman di Lacakin.

Untuk merealisasikan tujuan empowering community, Lacakin juga akan menyasar sejumlah komunitas pesepeda dan lari di Yogyakarta.

“Kerja sama ini diharapkan bisa menjadi jembatan mereka untuk saling berkomunikasi dan membuat event besar nantinya dengan Lacakin,” imbuh Reza.

Hingga artikel ini ditulis, Lacakin V2.0 sudah digunakan oleh 3000 orang. Sedangkan untuk versi sebelumnya sudah digunakan oleh 13 ribu orang. Tak hanya berfokus pada olahraga sepeda juga, Lacakin juga bisa digunakan untuk olahraga lainnya. Lacakin bisa digunakan untuk olahraga lari, touring komunitas mobil, komunitas motor, dan olahraga lain yang membutuhkan tracking rute.

Share Article