Lebih Transparan dan Efisien, Pemerintah Kota Salatiga Luncurkan SIM ULP

 

 

2018 20 12 SIM ULP Salatiga

Walikota Salatiga H. Yulianto, S.E. M.M hadiri peluncuran SIM ULP

 

Pemerintah Kota Salatiga luncurkan  Sistem Informasi Manajemen Unit Layanan Pengadaan (SIM ULP). Acara ini digelar Kamis lalu, bertempat di ruang Sekretariat Kota Salatiga  yang dihadiri langsung oleh H. Yulianto, S.E. M.M selaku wali kota Salatiga serta perwakilan dari ODP daerah tersebut yang berjumlah 120 peserta.

 

Dalam kesempatan ini Walikota meluncurkan aplikasi pengiriman berkas pengadaan sampai dengan pelaporan hasil pengadaan. Aplikasi tersebut dapat diakses melalui  pbj.salatiga.go.id. Peluncuran sistem ini dilatarbelakangi oleh permasalahan permohonan dokumen secara cetak manual yang memakan waktu lebih lama, sehingga dibuatlah sistem ini untuk mempermudah pengajuan dokumen pengadaan sebelum dilelangkan.

 

“Pemanfaatan teknologi informasi di bidang pengadaan barang/jasa telah mengembalikan kepercayaan masyarakat, karena dinilai lebih transparan dan lebih efisien. Terbukti jika melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), telah diperoleh efisiensi pengadaan sebesar 10% setiap tahunnya,” papar Yuliyanto.

 

Hal senada juga diungkapkan oleh Taufik Suryawan Edyna (Government Solution Manager Gamatechno), Ia berharap  launching ini dapat menjadi menjadi solusi akan kemudahan dan transparansi pada proses lelang,  sehingga lebih efektif dan efisien.

 

SIM ULP ini dikembangkan oleh Gamatechno yang dimulai pada bulan Oktober tahun ini. Aplikasi ini memiliki banyak kelebihan yaitu adanya notifikasi sms kepada pengguna untuk setiap proses, serta dapat menggunakan tanda tangan digital dan terintegrasi dengan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

 

“Aplikasi ini memiliki fitur-fitur yang mempermudah dan mempercepat pekerjaan pengadaan barang/jasa. Diantaranya, pembuatan surat dan dokumentasi secara digital, menu kaji ulang paket, reminder jadwal pemilihan penyedia, dan lain sebagainya. Diharapkan dengan adanya aplikasi ini, pengadaan barang/jasa dapat berjalan cepat dan terdokumentasi,” pungkas Kabag Pembangunan Setda.