Manajemen Aset Untuk Optimalisasi Aset Perusahaan Berbasis PAS 55:2008

by | Des 7, 2023 | Resources, Asset Management

Standar Pengelolaan Aset Fisik

Sebagai elemen kunci pertumbuhan bisnis, optimalisasi manajemen aset perusahaan berstandar pada PAS 55 yang telah diakui secara internasional. PAS 55 mendefinisikan aset sebagai pabrik, mesin, properti, bangunan, kendaraan dan barang-barang lainnya yang memiliki nilai berbeda pada sebuah organisasi.

Manajemen aset adalah kegiatan yang dilakukan secara praktik, sistematis dan terkoordinasi dimana organisasi mengelola aset dan sistem aset, kinerja, risiko dan pengeluaran terkait siklus hidup aset tersebut dengan tujuan agar dapat mencapai rencana strategis yang telah ditetapkan.

Tidak hanya panduan terperinci mengenai optimalisasi, PAS 55 juga menyajikan contoh-contoh penerapan dalam perencanaan asset lifecycle, optimalisasi biaya/resiko dalam mencapai keterpaduan pemikiran organisasi. Standar ini berlaku untuk semua sektor dan semua jenis aset.

Prinsip dan Atribut Utama Manajemen Aset

Sebelum melakukan pengelolaan aset, perlu diketahui mengenai tiga prinsip dan atribut utamanya seperti:

1. Lihat dari dua perspektif

Salah satu kesalahan umum perusahaan yang kerap kali terjadi adalah ketika manajemen aset secara fisik dan pencatatan akuntansi terpecah. Padahal pengelolaan aset seharusnya  dilihat dari dua perspektif dan keduanya harus berjalan secara sinergis.

2. Saling Terintegrasi

Idealnya, manajemen aset terintegrasi secara holistik terhadap proses bisnis di semua departemen, sistematis, sistemik, dikelola berdasarkan risiko, optimal terutilisasi dan berkelanjutan.

3. Self Awareness dan Self Responsible

Pada tataran teknis, prinsip penugasan aset secara personal meliputi kesadaran diri dan pertanggung jawaban diri sendiri. Artinya seluruh individu di perusahaan diberikan kepercayaan dan bertanggung jawab penuh dalam menggunakan aset perusahaan.

Kesadaran diri dan tanggung jawab merupakan prinsip kunci penugasan aset secara personal. Hal ini merujuk pada seluruh individu di perusahaan memegang peranan penting dalam memaksimalkan ketersediaan dan pemanfaatan berkelanjutan perusahaan yang memerlukan supporting dari sistem manajemen aset perusahaan. 

Lingkup Manajemen Aset

Lingkup Aset Manajemen

source: researchgate.net

Dalam mencapai rencana strategis perusahaan, terdapat lima interface yaitu human assets, information assets, financial assets, aset tidak berwujud dan aset fisik yang harus dikelola secara holistik. Interface dalam keberhasilan manajemen aset fisik merupakan hubungan penting antar pihak yang mengoperasikan aset dan pihak yang menjamin ketersediaan aset secara berkelanjutan. 

Level Asset

Ketika mengambil keputusan, manajemen aset dapat dilakukan pada tiga tingkatan. Tingkat pertama meliputi life cycle masing-masing objek yang dioptimalkan, yang kedua mengacu pada pengelolaan sistem aset dan tingkatan ketiga adalah pertimbangan seluruh aset dan sistem aset organisasi yaitu seluruh portofolio aset. 

Level Aset Manajemen

source: rethinkminnovation.com

Berdasarkan PAS 55, terdapat beberapa level aset meliputi:

1. Organizational Strategic Goal

Adalah ekspektasi manajemen dan visi misi perusahaan secara keseluruhan.

2. Manajemen Aset Portfolio

Ikhtisar rangkaian lengkap aset individu dan sistem aset perusahaan dalam perspektif pelayanan bisnis (core competence) yang dijalankan. 

3. Aset Sistem

Sekumpulan aset yang berinteraksi atau saling terkait sehingga memberikan suatu fungsi atau pelayanan bisnis tertentu. Misalnya ketika membeli sebuah genset, walaupun membeli satu genset tetapi ketika di break down genset tersebut terdiri dari beberapa aset didalamnya. 

4. Aset Individual

Aset yang dilihat secara individu/satuan melalui pendekatan komponisasi. Aset ini dapat dicatat sebagai main unit, sparepart ataupun accessories. 

Jenis-jenis Aset Perusahaan

Jenis Aset Perusahaan

source: gamatechno.com

Pada hakekatnya, aset suatu perusahaan dapat diklasifikasikan kedalam tiga jenis meliputi aset strategis, aset tetap (fixed asset) dan non aktiva tetap (low value asset).

1. Aset Strategis

Merupakan aset sebuah perusahaan yang dapat dicatat sebagai properti investement atau fixed asset, memberikan kontribusi langsung terhadap revenue dan tidak memiliki batasan nilai kapitalisasi.

2. Aset Tetap (Fixed Asset)

Merupakan aset yang berwujud/tidak (tangible & intangible)  yang dicatat sebagai fixed asset, memiliki umur ekonomis lebih dari satu tahun dan memiliki nilai kapitalisasi tertentu.

3.Non Aktiva Tetap (Low Value Asset)

Merupakan aset yang dicatat sebagai expense/persediaan, berbentuk inventory yang tidak habis pakai (tools kerja) dan memiliki nilai kapitalisasi yang rendah.

 

Manajemen Aset Untuk Optimalisasi Aset Perusahaan Berbasis PAS 55:2008 2

Sistem Manajemen Aset Terpadu

Sistem manajemen aset terpadu diartikan sistem tata kelola aset secara komprehensif menggunakan teknologi mutakhir yang terintegrasi menyeluruh terhadap proses bisnis lain baik langsung maupun tidak terhadap manajemen aset sesuai prinsip dan selaras dengan life cycle asset.  

Dalam mengoptimalkan proses manajemen aset, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian dan menjadi acuan dalam pengelolaan aset perusahaan.

1. Terintegrasi Dengan Apa Saja?

Divisi apa yang terintegrasi

source: gamatechno.com

Sesuai dengan prinsip dan atribut utama manajemen aset secara ideal haruslah terintegrasi oleh seluruh department di perusahaan agar dapat berjalan secara optimal. Beberapa departemen yang dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen aset ini mencakup: 

Corporate Strategic

Hal ini mencakup kolaborasi perencanaan strategi perusahaan, manajemen resiko hingga evaluasi dan monitoring.

Corporate Finance

Mencakup kolaborasi pada perencanaan CAPEX (capital expenditure) , pembukuan akuntansi aset.

Procurement/Purchasing

Kolaborasi penerimaan barang diawal dan pencatatan aset/akuisisi.

Maintenance

Kolaborasi dalam pemeliharaan rutin dan insidental.

General Affairs

Kolaborasi manajemen dan pengelolaan dalam menggunakan sarana dan prasarana kerja. 

2. Framework

Framework / kerangka kerja harus mencakup seluruh siklus manajemen aset dan diintegrasikan ke dalam rencana strategis, memastikan PIC yang bertanggung jawab dalam jangka waktu yang relevan untuk mencapai target operasional yang berkelanjutan dan mendapatkan manfaat dari manajemen aset.

Asset Management Framework

source: gamatechno.com

Karena hal inilah maka proses untuk mengelola aset perlu ditingkatkan dan dikoordinasikan dengan lebih baik untuk menemukan keseimbangan perpaduan optimal antara biaya, risiko dan kinerja seluruh siklus hidup.

3. Ekspektasi Manajemen

Ketika memulai langkah pengelolaan aset perusahaan, tentunya para pemangku kepentingan dan manajemen memiliki ekspektasi tersendiri terhadap rencana pengelolaan aset. Ekspektasi ini dapat dijadikan acuan, strategi agar manajemen aset yang dilakukan terarah dan memiliki objective yang terukur.

4. Kebijakan Manajemen Aset & Kerangka Kebijakan

Kebijakan Manajemen Aset

source: gamatechno.com

Setelah mengetahui ekspektasi manajemen yang juga menjadi target optimalisasi manajemen aset, hal selanjutnya yang dilakukan adalah penyusunan kebijakan manajemen aset.Hal ini mencakup visi dan misi perusahaan, objektif, hingga key initiative yang dapat men-support proses manajemen aset.

Setelah mengetahui gambaran jelas mengenai kebijakan manajemen aset, anda dapat menyusun kerangka kebijakannya. Dalam hal ini, penting untuk menyusun dengan memperhatikan asset life cycle ( akuisisi, optimalisasi, pemeliharaan dan revaluasi). 

5. Milestone & Program Plan

Planning Manajemen Aset

source: gamatechno.com

Dalam penyusunan milestone dan program kerja, informasi yang disajikan harus lebih spesifik seperti adanya waktu spesifik, proses kerja yang dilalui dan jangka waktu program yang akan dijalankan. Anda juga perlu memperhatikan keselarasan antara program kerja dan strategi aset manajemen yang dibuat. Artinya sesuai dengan visi misi yang ditentukan.

6. Requirement IT

Manajemen Aset Requirement IT

source: gamatechno.com

 

Adanya dukungan IT dan digital menjadi salah satu strategi pengelolaan aset perusahaan. Hal ini dikarenakan perangkat IT dapat membantu perusahaan dalam pencatatan dan pelacakan aset seperti inventaris, software, hardware dan aset yang lain. Manajemen aset yang tersistem dapat menyederhanakan proses pengelolaan aset, data yang dihasilkan lebih akurat dan realtime

Life Cycle Asset

Asset Life Cycle

source: limblecmms.com

Life Cycle Asset adalah serangkaian siklus hidup aset yang mencakup semua aktivitas dan pengeluaran mulai dari perencanaan hingga pelepasan aset. Hal ini terbagi dalam empat tahapan utama yaitu:

1. Akuisisi Aset

Dalam tahap ini setidaknya ada 4 proses penting seperti:

Penerimaan Barang

Dalam hal ini penting bagi anda untuk melakukan identifikasi aset dan non aset serta melakukan manajemen kategori seperti aset strategis, fixed asset dan LVA atau persediaan.

Inventaris/ Opname Aset

Proses opname aset harus dilaksanakan secara berkala dan wajib mengetahui dan mengupdate kondisi aset.

Penomoran dan Labeling

Proses labeling akan lebih cepat apabila dapat di generate secara otomatis menggunakan sistem seperti labeling barcode/ QR code.

Manajemen Record dan Arsip

Pembuatan data aset haruslah disimpan dan di arsip apa saja hal yang penting untuk diarsipkan. Misalnya dokumen garansi, manual book maupun dokumen penting lainnya.  

2. Optimalisasi Aset

Pada tahap optimalisasi anda perlu memperhatikan hal berikut:

Kelengkapan Data & Identifikasi Teknis 

Data aset dan potensi aspek seperti teknis,lingkungan, legal, ekonomis dan sosial.

Analisis Prospek

Adanya kemungkinan untuk: marketability (dipasarkan), profitability (menguntungkan), dan penerimaan sosial dan legal.

Strategi Pendayagunaan

Penyewaan aset, pinjam pakai, kerjasama pemanfaatan lainnya.

Pengelolaan Risiko

Melakukan identifikasi dan mitigasi risiko.

Monitoring dan Evaluasi Pemanfaatan Aset

Data aset serta potensi dari aspek: teknis, lingkungan, legal, ekonomis dan sosial.

3. Maintenance Aset

Preventif

Pemeliharaan dilakukan secara teratur untuk mengurangi kemungkinan kegagalan. Pemeliharaan ini dilakukan saat aset atau peralatan sedang bekerja sehingga tidak terjadi kerusakan tidak terduga. Strategi ini dilakukan untuk meminimalkan biaya dan meningkatkan siklus hidup aset sekaligus mitigasi kerusakan yang tidak terduga.

Korektif

Dilakukan berdasarkan premis bahwa suatu aset dibiarkan gagal baru kemudian diperbaiki maupun diganti. Konsekuensi kegagalan harus dapat diterima dan tidak berdampak signifikan terhadap lingkungan atau keselamatan maupun dampak ekonomi merugikan bagi pemilik aset.

Prediktif

Pemeliharaan ini memerlukan pendekatan yang lebih kuat untuk penentuan jadwal maintenance. Hal ini karena pemeliharaan prediktif menggunakan analisis dan pemantauan data secara berkala untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya kegagalan.

4. Penghapusan/ Revaluasi Aset

Lelang

Aset yang masih bernilai di pasaran

Hibah

Aset yang masih berfungsi dan dapat memberikan nilai tambah perusahaan

Trade In

Aset tertentu yang dapat menerima tukar tambah/upgrade aset baru

Pemusnahan

Aset yang sudah menjadi scrap tidak bernilai sama sekali di pasaran

Revaluasi

Aset yang nilainya akan terus mengalami kenaikan

Anda memiliki kebutuhan sistem manajemen aset perusahaan? Hubungi Kami

 

Credit by: Bapak Dian Sapta Priambogo (Supervisor Asset Management)

Simak selengkapnya di Youtube Gamatechno

test
WeCreativez WhatsApp Support
Kontak kami melalui WhatsApp
Hi, ada yang bisa kami bantu