Safe Travel Jadi Kebanggaan Kemenlu dalam Hassan Wirajuda Award 2018

 

safe travel, hassan wirajuda award, KemenluSafe Travel The Hassan Wirajuda Award (HPWA) 2018

Jakarta: Malam Penganugerahan “The Hassan Wirajuda Award (HPWA) 2018 kembali digelar untuk ke-4 kalinya pada Jum’at (07/12/2018) bertempat di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. 19 orang menerima penghargaan ini mewakili tujuh kategori, yaitu pemerintah daerah, masyarakat madani Indonesia, jurnalis dan media, kepala perwakilan RI, staff perwakilan RI, mitra kerja Kemenlu dan mitra kerja perwakilan RI.

HPWA merupakan event tahunan Kemenlu untuk memberikan apresiasi terhadap pejuang perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI). Penghargaan ini diberikan kepada berbagai pihak, induvidu dan lembaga yang berkontribusi terhadap upaya perlindungan Warga Negara Indonesia di luar negeri.

Nurianto Kama selaku Branch Manager Gamatechno Jakarta hadir memenuhi undangan Kemenlu mengungkapkan rasa bangga dapat menjadi bagian dalam upaya perlindungan WNI.

“Bangga Gamatechno menjadi bagian dari pengembangan aplikasi Safe Travel dan yang tak kalah penting aplikasi ini dapat membawa manfaat dan mendukung program pemerintah khususnya terhadap perlindungan WNI.” ungkap Kama.

Seperti yang kita ketahui, Safe Travel diluncurkan oleh Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi pada April 2018 lalu. Safe Travel menjadi platform teknologi yang diukung dengan berbagai fitur untuk keselamatan WNI yang sedang maupun hendak bepergian ke luar negeri.

Dalam kesempatan ini pula Kemenlu mengajak seluruh undangan untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi Safe Travel. Tidak hanya itu, art performer juga membawakan cerita dengan apik seorang WNI yang mengalami kondisi darurat/kecelakaan kemudian menggunakan Safe Travel untuk langsung terhubung ke Kedutaan RI di Negara tersebut.

Baca Juga: PRIORITASKAN KESELAMATAN WNI, KEMENLU LUNCURKAN APLIKASI SAFE TRAVEL

“Kami tidak bisa menjalankan amanah kemanusiaan ini sendirian, harus libatkan semua pihak seperti media, masyarakat madani, mitra kerja dan lembaga lain,” tutup Retno