Gamatechno dan INsig2 Garap Kerjasama Keamanan Cyber Dan Digital Forensik

2017 10 18 Kunjungan Kroasia Gamatechno

Penandatanganan kerjasama UGM dan INsig2 Coratia

 

Gamatechno.com - Selasa (10/10) Gamatechno mendapatkan kunjungan dari Dubes Kroasia serta CEO INsig2 Croatia, perusahaan IT ternama Eropa. Kunjungan dalam rangka kerjasama pertukaran pengetahuan bidang keamanan siber dan forensik digital. Kunjungan diikuti oleh Drazen Margeta Dubes Kroasia untuk Indonesia, Goran Oparnica CEO Insig2 Croatia, perwakilan dari UGM, dan Gamatechno Group. Gamatechno sebagai unit usaha milik UGM akan menindaklanjuti kerja sama ini untuk melakukan pengembangan usaha dan produk bersama INsig2 Croatia.

“Kita ingin menguatkan cyber security dan digital forensik. Dalam hal ini Gamatechno sebagai partner yang terlibat dalam kerja sama,” kata Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., Dr.Eng., menyambut baik terlaksananya kerja sama ini.

Saat ini kampus bisa dengan mudah membangun sistem informasi. Banyak vendor perusahaan IT yang menyediakan jasa pengembangan sistem secara cepat dan terjangkau. Bahkan kampus bisa membangun tim internal dari dosen maupun mahasiswa yang memiliki kemampuan IT. Ada pula alumni yang menghibahkan atau membelikan sistem untuk kampus sebagai bentuk kontribusi terhadap alamamaternya.

INsig2 merupakan salah satu provider perusahaan IT terbesar di Eropa yang bergerak di bidang keamanan cyber dan forensik digital. Kerja sama kali ini diharapkan mampu mendorong riset dan pengembangan usaha dalam bidang aplikasi keamanan cyber dan digital forensik. Hal ini dianggap sangat penting karena mampu mendukung tumbuhnya ekonomi digital di Indonesia.

“Kolaborasi ini bisa memberikan manfaat bersama bagi kedua pihak dan memberikan dampak kesejahteraan bagi bangsa ini," ujar Rektor UGM.

Kerja sama ini diharapkan menghasilkan berbagai aplikasi dalam bidang keamanan cyber dan digital forensik yang bisa membantu para komunitas dan perusahaan yang bergerak dalam dunia e-commerce. “Melindungi komunitas dan investasi digital sangat diperlukan lewat keamanan cyber dan forensik digital ini,” ungkap Goran Oparnica. Menurutnya, pengembangan forensik digital perlu dikembangkan lebih jauh di Indonesia, sebab ancaman serangan hacker pada cyber dan digital bisa sangat merugikan. Antisipasi perlu dilakukan sejak dini untuk menghindari kerusakan yang merugikan.

Pengembangan riset cyber & forensik digital ini juga sesuai dengan strategi pemerintah yang disampaikan presiden Joko Widodo beberapa waktu yang lalu dalam forum Ekonomi Baru di Era Digital.

 

“Jangan sampai kejadian aplikasi digital yg mengumpukan jutaan pelanggan, dibobol dan data pelanggan dibocorkan dan dijual ke orang yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Joko Widodo menyatakan dukungan terhadap pentingnya keamanan cyber bagi masyarakat.

Drazen Margeta, mengapresiasi kerja sama antara UGM dan INsig2. Ia mengharapkan kerja sama ini mampu mendorong pertumbuhan pasar e-commerce di Indonesia. (sumber: Humas UGM/Gusti Grehenson;foto: Bani)