Susun Masterplan e-Government, Kabupaten Paser Mantap Menuju Smart City

 2017 08 01 - masterplan paserKabupaten Paser mulai menyusun master plan TIK, sebagai langkah awal menuju smart city

 

Gamatechno.com – Memasuki pertengahan tahun 2017, Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKSIP) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, mulai menyusun master plan (rencana induk) sistem pemerintahan berbasis teknologi informasi atau e-Government, sebagai langkah awal menuju peneparan kota pintar atau smart city. Sebagai konsultan IT, Gamatechno membantu Kabupaten Paser agar dapat menentukan langkah yang paling efektif dan efisien untuk mengimplementasikan IT di wilayahnya. Selain itu, Gamatechno juga mempersiapkan pondasi untuk menuju implementasi konsep smart city di Kabupaten Paser.

Bertempat di ruang rapat DKISP, Gamatechno berkesempatan untuk memaparkan rancangan masterplan yang nantinya akan diterapkan Kabupaten Paser (18/07). Hadir  dalam acara, Kepala DKISP Adi Maulana, kepala-kepala bidang serta kepala seksi. Manager Consultant & Training Gamatechno, Triasmono mengungkapkan master plan ini merupakan panduan serta gambaran perencanaan penerapan e-Government di Kabupaten Paser dalam jangka lima tahun ke depan.

"Penyusunan master plan akan dimulai dari survei lapangan untuk mengetahui kondisi dan potensi riil daerah, sehingga diperoleh data untuk perencanaan yang akurat. Penyusunan ini memakan waktu sekitar enam bulan, dan diperkirakan sudah selesai di awal bulan Desember," jelas Triasmono.

Survei lapangan yang dilakukan oleh tim Gamatechno akan menjadi landasan dalam menyusun arsitektur Teknologi  Informasi dan Komunikasi (TIK) yang  meliputi  arsitektur aplikasi yang digunakan, arsitektur infrastruktur dan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta menyusun road map serta proyeksi investasi anggaran yang diperlukan. Lebih lanjut Triasmono menjelaskan bahwa salah satu faktor keberhasilan penerapan e-Government di suatu daerah sangat ditentukan oleh komitmen pemerintah daerahnya.   

“Hal yang paling utama adalah niat atau komitmen pemerintah daerah dulu, selanjutnya faktor lain adalah ketersediaan anggaran dan SDM serta infrastruktur. Memang diakui anggaran sering menjadi kendala, namun hal itu bisa diatasi dengan mencari kombinasi yang pas atau skala prioritas. Artinya dengan anggaran yang tersedia kita bisa mengoptimalkan penerapan e-Goverment," tambahnya.

Kepala Bidang Aplikasi Informatika  Ir. Saharuddin, mengatakan untuk  menghasilkan produk master plan yang  sempurna, diperlukan partispasi dari semua organisasi perangkat daerah dalam memberi masukan.

Saharuddin juga mengharapkan kelompok-kelompok kerja yang sudah dibentuk  DKISP dapat bekerja maksimal dalam memberikan masukan kepada tim konsultan. Selain Kabupaten Paser, Gamatechno telah dipercaya untuk mendampingi penyusunan master plan IT di berbagai kota di Indonesia seperti Tangerang, Surakarta, Magelang, Bangka, Rembang, serta Pacitan.